Rabu, 03 Desember 2008

Sinopsis Novel Laskar Pelangi

Cerita terjadi Pulau Belitong .Yaitu,pulau terkaya di Indonesia pada saat itu karena eksploitasi timahnya.Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah, sekolah yang di bangun dengan kesabaran dan keikhlasan seorang kepala sekolah, yaitu Pak Harfan dan guru yang penyabar, yaitu Ibu Muslimah atau Bu Mus, terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jika tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak .

Baru 9 siswa yang datang,yaitu,Ikal,Mahar,Lintang,Kucai,Syahdan,Borek

A Kiong,Trapani,dan Sahara. Pak Harfan dan Bu Mus hampir putus asa dan Pak Harfan pun telah menyiapkan naskah pidato penutupan sekolah itu. Tiba – tiba seorang ibu datang untuk mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental,karena sekolah luar biasa hanya ada di bangka dan mereka tidak memiliki biaya untuk ke sana,anak yang menyelamatkan sekolah Muhammadiyah itu bernama Harun. Akhirnya sekolah itu pun tidak jadi ditutup.

Kegiatan belajar mengajar mereka dilakukan di sekolah yang sangat memprihatinkan. Misalnya, ruang kelas yang beralaskan tanah,beratap bolong-bolong sehingga bocor saat hujan, papan tulis yang berlubang sehingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama, dan saat malam hari dipakai untuk menyimpan ternak. Dan begitu juga dengan kesepuluh anak Laskar Pelangi,yaitu nama yang diberikan oleh Bu Mus karena kesenangan mereka terhadap pelangi.keadaan mereka juga memprihatinkan,bersekolah tanpa alas kaki,tidak memakai seragam,dan perjuangan lintang seorang anak pesisir yang jenius yang menempuh perjalanan 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah demi mendapatkan ilmu.

Suka duka mereka dimulai dari, penempatan tempat duduk yang diatur oleh Bu Mus, perkenalan mereka pada hari pertama bersekolah,Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek yang dijuluki Samson karena badannya yang besar, pemilihan ketua kelas yang di menangkan oleh Kucai, pengalaman cinta pertama ikal,kemenangan SD muhammadiyah mengalahkan juara bertahan,yaitu sekolah PN Timah(Perusahaan Negara Timah) pada lomba karnaval 17 Agustus yang dipimpin oleh Mahar dan lomba cerdas cermat yang dipimpin oleh lintang.

Pada suatu hari, anak dari orang kaya yang bersekolah di sekolah PN, pergi dari rumahnya. Ayahnya mengerahkan seluruh upaya untuk mencarinya.Setelah anaknya di temukan,ayahnya berjanji akan menuruti semua kemauan anaknya,dan kemauan anaknya adalah pindah ke sekolah Muhammadiyah.Anak itu brnama Flo,dan ia hanya ingin duduk di sebelah Mahar,dan keputusannya tidak dapat di ganggu gugat.Dengan demikian anggota Laskar Pelangi bertambah satu menjadi 11 anak.

Dan kejadian yang paling menyedihkan yang dialami oleh anggota laskar pelangi ketika mereka kehilangan dua orang yang mereka sayangi,yaitu,Pak Harfan yang meninggal dunia dan Lintang, siswa paling jenius anggota Laskar Pelangi,harus berhenti sekolah karena ayahnya telah meninggal dunia dan iya harus menghidupi keluarganya,karena iya anak laki-laki tertua.

Dilanjutkan 12 tahun kemudian,saat Ikal kembali ke kampungnya dari sekolahnya yang mendapat bea siswa di University de Paris,Sorbonne,untuk menyaksikan peluncuran buku oleh Mahar.

Walaupun pada awal tahun 90-an,sekolah Muhammadiyah itu akhirnya harus ditutup karena tidak dapat mebiayai sekolah itu sendiri.Tetapi,sekolah itu telah menghasilkan murid-murid yang sukses.

Tokoh dan Wataknya :

Ibu Muslimah : Baik hati dan Penyabar, Karena ia dengan tulus mendidik anak –anak Laskar Pelangi dengan hanya gaji beberapa kilo beras dan sangat sabar dalam menghadapi dan mendidik anak-anak Laskar Pelangi.

Pak Harfan : Baik hati dan Penyabar , karena ia tulus mengurus dan membangun sekolah Muhammadiyah dengan sabar hingga akhir hidupnya.

Ikal : Baik hati,karena suka membantu temannya.

Mahar : Pantang menyerah,karena walaupun ia telah di pojokan oleh teman-temannya karena kesenangannya pada sesuatu yang ghoib (okultisme),ia telah membuktikan bahwa ia dapat memenangkan lomba karnaval 17 Agustus.

Lintang : Pantang menyerah,karena ia rela menempuh jarak 80 km pulang pergi demi mendapatkan ilmu.

Kucai : Keras kepala, karena ia memprotes keras keputusan yang menyatakan kalau ia menjadi ketua kelas.

Syahdan : baik hati dan ceria ,karena selalu membantu temannya dan selalu senang

A Kiong : Baik hati,karena selalu membantu temannya yang lain.

Borek : baik hati dan konyol,karena suka menolong da konyol karena,(halaman 79-81)

Harun : Jenaka, karena ia memiliki keterbelakangan mental,perilakunya menjadi jenaka.

Trapani : Baik hati dan manja, karena ia suka membantu temannya dan manja karena ia terlalu tergantung dengan ibunya.

Sahara : Ramah dan baik hati ,karena ia sangat lembut pada semua orang dan suka menolong temannya.

Flo : Keras kepala dan baik hati ,karena,ia bersikeras ingin duduk di sebelah Mahar dan tidak dapat di ganggu gugat dan karena ia telah membantu dengan memberikan peralatan sekolah kepada sekolah Muhammadiyah.

Tokoh Yang Paling Disukai :

Lintang , karena ia memiliki semangat yang sangat tinggi untuk bersekolah.Telah dibuktikan olehnya dengan cara menempuh perjalanan 80 km pulang pergi dengan mengayuh sepeda dari rumahnya ke sekolah untuk belajar dan mendapatkan ilmu dan juga kemampuannya yang sangat pandai,yang mampu mengalahkan sekolah-sekolah lain dalam lomba cerdas cermat.Dan walaupun iya telah putus sekolah,iya tidak putus asa dan menggantikan ayahnya mencari nafkah untuk keluarganya.

Jika saya menjadi tokoh Lintang,saya akan tetap meneruskan sekolah sampai akhir.Jika keadaan tidak memungkinkan,saya akan meneruskan sekolah setidaknya sampai lulus SMP atau saya akan sekolah sampai bekeja,karena saya tidak mau kerja keras,hasil,dan ilmu yang sudah saya terima sebelumnya sia-sia.Dan saya ingin mewujudkan cita – cita saya menjadi ahli Matematika dan meneruskan sekolah ke luar negri.Dan kalau saya mencari nafkah untuk keluarga saya,saya akan mencari pekerjaan yang hasilnya lebih banyak untuk menafkahi keluarga.Dengan mengandalkan kepandaian dan kecerdasan yang dimiliki oleh tokoh Lintang.

Kesan dan Pesan :

Novel Laskar Pelangi sangat bagus dan mendidik.Novel ini juga dapat memberikan motivasi dan semangat yang sangat besar kepada pembacanya.Cerita Laskar Pelangi sangat inspiratif.Cerita ini mengingatkan kita bahwa betapa pentingnya pendidikan.Dan sebaiknya pelajar-pelajar Indonesia atau siapapun mengikuti sikap dan sifat positif yang dimiliki oleh anggota Laskar Pelangi ini.

Puisi

Bunda

Bunda…

Janganlah kau menangis

Biarkan hidup terus mengalir

Nanti kan datang saatnya

Ketika kebahagiaan menjadi milik mu…

Milik kita...

Bunda...

Teruslah berjuang

Demi kita

Demi hidup kita...

Sahabat

Sahabatku…

Kau menemaniku dalam suka dan duka

Kau adalah tempatku berbagi cerita

Dan kau selalu ada disaat aku membutuhkanmu

Sahabatku…

Saat kau senang,aku pun senang

Dan saat kau sedih ,aku pun turut sedih...

Sahabatku...

Bagaimana caraku membalas kebaikanmu?

Kau sangat berarti bagiku

Sahabat terbaik yang pernah kumiliki

Sahabatku...

Terima kasih atas semua yang telah engkau lakukan

Semua itu telah membuatku tersenyum bahagia...



surat pribadi

Untuk Saudaraku Jakarta,17 Agustus 2008

Anindhita Luky Lestuhayu

Di Solo


Assalamualaikum Wr.Wb…

Halo Dhit! bagaimana kabarmu? Semoga baik-baik saja ya…

Aku disini baik-baik saja.


Oh ya,bagaimana keadaan di sana? Masih seperti dulu atau tidak?Insyallah,liburan nanti aku akan berkunjung ke sana.Oh ya,di sekolah mu ada lomba-lomba 17-an tidak? Kalau di sekolah ku ada dan sangat seru sekali...


Wah,tidak terasa ya,sudah cukup lama kita tidak bertemu. Aku sangat kangen padamu dan juga kota solo.Oh ya,aku belum memberi tahumu ya,aku sekarang sudah masuk SMP Labschool Kebayoran,di sini sangat menyenangkan,tetapi banyak tugas yang diberikan dan materinya juga lebih sulit dari sekolah-sekolah lain.Tapi walaupun sulit,aku bangga bersekolah disini,karena,Labschool ini sekolah unggulan loh...


Dhit,sampai di sini dulu ya suratku,karena banyak tugas yang menumpuk yang belum aku kerjakan.Salam ya untuk tante Lulu dan om Hengki.Jangan lupa di balas ya...

Saudaramu

Indri

Selasa, 02 Desember 2008

Surat resmi

Perumahan Bukit Permai

Jl.Permai , kebayoran baru ,Jakarta selatan


Nomor : 015/PRM.BP/2008 Jakarta ,10 Agustus 2008

Lampiran : -

Perihal : Perayaan HUT RI

Kepada ,Yth.

Seluruh warga perumahan Bukit Permai

di Jakarta

Assalamualaikum Wr.Wb

Pembuka

Salam sejahterah untuk kita semua.Puji syukur atas kehadirat tuhan yang maha esa,hingga saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk menyambut hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dengan tujuan mempererat tali silahturahmi antar warga dan untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-63, kami selaku Panitia Acara Perayaan HUT RI Perumahan Bukit Permai,menggundang seluruh warga Perumahan Bukit Permai untuk hadir pada :

Isi

Hari,Tanggal : Minggu , 17 Agustus 2008

Waktu : Pukul 09.00 – selesai

Tempat : Lapangan sepak bola Perumahan Bukit Permai

Acara : Pentas Seni dan Lomba

Bagi warga yang berniat untuk ikut memeriahkan HUT RI, dapat mendaftar pada panitia yang bertempat di Jl.Permai 3 no.10 ,Perumahan Bukit Permai .

Penutup

Demikian undangan ini kami sampaikan dan atas perhatian bapak-ibu sekalian kami ucapkan terima kasih.Wassalamualaikum Wr.Wb.

Ketua Panitia Acara Perayaan HUT RI

Muhammad Andi

Tembusan

Ketua RT Perumahan Bukit Permai

Pengalaman yang paling mengesankan

Berpariwisata


Pengalaman yang paling mengesankan untukku adalah pada saat aku berpariwisata ke daerah Bogor.Pengalaman ini tidak akan aku lupakan.

Kejadiannya sewaktu aku duduk di kelas enam SD.Waktu itu kami pergi berpariwisata bersama-sama,satu angkatan.Tujuan kami ke sana adalah sebagai perpisahan,karena setelah lulus SD kami akan berpisah.

Kami menginap di Villa yang sangat sejuk,pemandangannya indah,dan pokoknya tidak seperti di Jakarta yang macet dan panas.

Kami sangat senang menginap dan berpariwisata di sana,karena guru-guru kami telah menyiapkan banyak permainan-permainan yang seru.Aku dan enam orang temanku,menginap di Villa nomor empat.villa kami tempatnya sangat strategis,karena,dekat dengan aula,aula itu adalh tempat kami makan sarapan,makan siang dan malam,selain itu dekat dengan lapangan,yaitu tempat guru-guru kami mengadakan permainan,dan terakhir,dekat dengan kolam renang,jadi,kadang-kadang setelah permainan selesai, sebelum kembali ke villa,kami berenang terlebih dahulu.Setelah itu kami baru mandi dan makan malam.

Dimalam terakhir kami menginap,panitia dan guru-guru kami telah menyiapkan pesta perpisahan yang sangat meriah,beberapa orang temanku menampilkan kebolehannya di atas panggung.Pesta itu diadakannya di lapangan terbuka,dan pada saat itu sedang gerimis,walaupun gerimis kami tetap semangat untuk mengikuti pesta itu.setelah pesta nya selesai,kami beristirahat di Villa kami,tapi,jam duabelas malam ada api unggun dan renungan bersama.Aku dan teman-teman ku tidak ingin melewati acara yang menarik ini,walaupun cuaca malam itu sangat dingin kami tetap bersemangat.

Ke esokan paginya karena kami terlalu lelah,kami bangun kesiangan dan melewatkan sholat subuh.Pada saat bangun tidur kami langsung melihat jam di dinding,setelah melihatnya,ternyata sudah jam pagi,kami langsung melompat dari tempat tidur dan berlomba-lomba untuk mandi.setelah kami siap bergegas,kami langsung meninggalkan villa dan menuju aula untuk sarapan.Setelah selesai sarapan,kami menuju bus dan kembali pulang ke Jakarta.

Di bus,kami bernyanyi-nyanyi,tanpa disadari,kami telah sampai di sekolah.Orang tuaku pun sudah menjemput,jadi aku segera mengambil barang-barang di bus,lalu aku pulang ke rumah bersama orang tuaku.

Pantun

- Bunga mawar bunga melati

Saat dicium harum baunya

Kalau tak sabar sudah menanti

Itulah dia orangnya


- Banyak sayur dijual di pasar

Dibawa pulang untuk dimakan

Kalau kamu tidak ingin kesasar

Bertanyalah diperjalanan


- Boleh saja berandai-andai

Terbang sambil berputar-putar

Kalau kamu ingin pandai

Rajin-rajinlah belajar


- Pak Tata berbaju lusuh

Tertusuk duri buah durian

Dari pada mencari musuh

Lebih baik mencari teman


- Keluar rumah malam-malam

Di langit sudah ada bulan

Janganlah menyimpan dendam

Kalau punya salah mohon di maafkan

CerPen

Menangkap Tuyul

Oleh: Arif Rahmanto

Rena tidak habis pikir, mengapa ia dituduh memelihara tuyul? Berita itu benar-benar mengganggu pikirannya. Awal berita ini menyebar karena Rena memiliki sepeda baru pada saat banyak siswa di kelasnya kehilangan uang. Bapak dan ibu guru telah berusaha keras mencegah dan menasihati seluruh siswa agar tidak sembarangan menuduh, namun berita itu terus saja tersebar. Rena benar-benar dipojokkan oleh berita miring itu.

“Sebaiknya kita usir saja anak yang membawa tuyul ke sekolah, Bu!” kata Elmo sambil menatap Rena.

“Elmo, kamu jangan sembarangan menuduh teman jika tidak ada buktinya.” Kata Ibu Sari wali kelas Rena.

“Tapi Bu, tuyul itu sudah benar-benar menjengkelkan!” tambah Elmo.

“Elmo, sekali lagi Ibu ingatkan, tidak ada tuyul di sini!” kata Ibu Sari dengan nada suara sedikit tegas. Elmo terdiam. Ia memang anak yang paling berapi-api mengabarkan berita tuyul ini. Maklumlah karena ia sering kehilangan uang. Sudah sekitar 5 kali ia melapor kepada Ibu Sari bahwa uangnya hilang. Orang tua Elmo adalah orang yang kaya. Ia selalu memberi uang saku berlebih kepada Elmo. Hampir semua siswa di kelas Rena pernah ditraktirnya. Teman-teman sekelas sering menjuluki dia bos besar. Siapa yang mau tunduk kepada perintahnya, itulah yang akan selalu ia traktir. Sikap inilah yang tidak disukai Rena karena Elmo telah mengajak teman-temannya untuk berbuat boros. Rena adalah anak yang tidak suka jajan. Ia lebih memilih menabungkan uang sakunya. Sepeda baru itu sebenarnya adalah hasil dari tabungan Rena selama 1 tahun. Namun teman-temannya tetap tidak percaya ketika Rena berusaha menceritakan hal itu dan mencoba meyakinkan teman sekelasnya bahwa ia tidak memelihara tuyul.

Rena duduk termenung sendiri di bawah pohon beringin yang tumbuh rindang di depan sekolah. Tempat itulah yang sering digunakan Rena untuk melepas kepenatan dari tuduhan teman-temannya. Di sana ia dapat merasakan sejuknya oksigen yang dihembuskan oleh rindang daunnya. Kicauan burung-burung yang berumah di ranting-rantingnya seakan membentuk nyanyian yang indah dan menghibur hati Rena. Tiba-tiba Rena terhenyak kaget ketika ada tangan memegang pundaknya. Rena menoleh. Ternyata tangan itu adalah tangan Fera, sahabatnya. Ia adalah teman Rena yang paling akrab sejak kelas satu, namun sejak berita tentang tuyul itu menyebar sepertinya Fera sedikit menjauh darinya.

“Aku percaya bukan kamu pelakunya.” Kata Fera sambil tersenyum.

“Benar Fer, kamu tidak percaya?” Tanya Rena.

“Aku telah lama mengenalmu Ren, dan aku tahu itu bukanlah perbuatanmu.” Kata Fera.

“Terima kasih Fer, aku kira kamu akan menjauhiku setelah adanya tuduhan itu.” Kata Rena.

“Bukannya aku menjauhimu Ren, tetapi ini adalah salah satu siasat yang aku susun.” Kata Fera.

“ Maksudmu?” Tanya Rena kurang mengerti.

“Selama peristiwa ini belum terungkap, kamu akan selalu dituduh.” Kata Fera.

“Lantas apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Tanya Rena

“Kita akan menangkap tuyul peliharaanmu.” Kata Fera.

“Jadi……, kamu juga menuduhku memelihara tuyul?” Tanya Rena sambil beranjak berdiri.

“Sabar, Ren. Jangan buru-buru tersinggung. Ini siasat.” Kata Fera.

“Baiklah kalau itu memang telah jadi rencana siasatmu. Aku menurut saja. Aku sudah benar-benar bingung menghadapi tuduhan ini.” Kata Rena.

Fera kemudian menjalankan siasatnya. Langkah pertama yang dilakukannya adalah menjauhi Rena dan kemudian menyebarkan berita bahwa ia akan menangkap tuyul peliharaan Rena. Fera juga menyebarkan berita bahwa ia pernah diberitahu Rena tentang kelemahan dari tuyul itu. Langkah ketiga Fera menghubungi Ibu Sari. Ia meminjam uang seratus ribu kepada ibu Sari. Uang itu akan dipakai pancingan untuk menangkap tuyul.

Di depan kelas saat hendak berolahraga, Fera melakukan siasat selanjutnya. Ia mencatat sesuatu dari uang itu pada sebuah kertas. Kemudian Fera melipat dan memasukkannya dalam kotak pensil. Ia berkata bahwa lipatan itu tidak boleh dibuka sebelum waktunya karena kertas lipatan tadi telah ditulisi mantra penangkap tuyul.

“Teman-teman kita akan menjebak tuyul itu dengan uang seratus ribu. Uang ini akan aku taruh di tasku. Jika uang ini tidak hilang berarti bukan Rena pemelihara tuyul itu dan kita harus menghentikan tuduhan kepadanya. Bila uang ini hilang maka Renalah pemelihara tuyul itu.” Kata Fera di depan kelas sambil mengacungkan uang seratus ribu pinjaman dari Ibu Sari.

Seusai jam pelajaran olahraga. Seluruh siswa bergegas masuk ruangan kelas. Mereka semua penasaran ingin menyaksikan peristiwa yang belum pernah mereka saksikan yaitu menangkap tuyul. setelah semua masuk kemudian Fera mengajak Ibu Sari dan beberapa guru untuk menjadi saksi. Fera menatap wajah Rena yang tertunduk. Ia tahu bahwa Rena sangat tertekan dengan keadaan ini. Ia ingin segera mengunggkap siapa pelaku pencurian itu sebenarnya. Perlahan Fera membuka tasnya. “Uang itu hilang!”. Semua mata menatap Rena. Namun buru-buru Fera berkata.

“Masih ada satu langkah lagi untuk menangkap tuyul itu.” Kata Fera. Kemudian ia berbisik kepada Ibu Sari dan guru yang lain. Segera saja guru-guru menyebar dalam kelas dan memerikasa seluruh siswa dan tasnya. Ada tiga anak membawa uang seratus ribu, ia adalah Franza, Robi, dan Elmo. Mereka bertiga mengaku uang itu adalah uang sakunya selama satu minggu. Mereka bertiga kemudian disuruh maju oleh Fera.

“Nah, teman-teman sekarang akan kita buka mantra penangkap tuyul yang tadi aku simpan di kotak pensilku!” kata Fera sambil membuka lipatan kertas dalam kotak pensilnya. Ternyata kertas tadi bertuliskan angka BBA036110. Angka tersebut adalah nomor seri dari uang seratus ribu yang dipasang di tasnya. Setiap uang memiliki nomor seri yang berbeda. Sekarang Fera akan mencari uang mana yang sesuai dengan nomor seri tersebut. Fera meneliti satu per satu uang yang dipegang ketiga temannya. Fera terbelalak ketika mendapati uang seratus ribu dengan nomor seri BBA036110 dipegang oleh Elmo.

“Tertangkap sudah sekarang tuyulnya!” teriak Fera. Ibu Sari dan guru yang lain segera membawa Elmo ke kantor guru.

Sekarang seluruh teman-teman Rena tahu, ternyata Elmo adalah pencurinya selama ini. Ia sengaja membuat berita bohong tentang uang sakunya yang selalu hilang dan tentang tuyul untuk menutupi perbuatannya. Ia terpaksa mencuri karena uang sakunya tidak pernah cukup untuk menraktir teman-temanya. Rena sangat berterimakasih kepada Fera. Merekapun kemudian menjadi sahabat yang semakin akrab.